SAKIT HATINYA LELAKI
Oleh:
Surti Alfiah
“Aku tidak mempercayai
omongan para tetangga tentang isteriku mas Gik. Mereka hanya pada iri pada
isteriku, sudah cantik PNS pula”, kata mas Yadi padaku saat kami sedang piket
di pos ronda. “Ada asap tentu ada apinya to mas?” jawabku. “Mana mungkin
isteriku selingkuh, dia seorang PNS, mesti sudah tahu resikonya kalau sampai
ketahuan!” ujar mas Yadi dengan nada bicara yang mulai naik. “Tidak ada
salahnya mas Yadi mencari kebenaran desas desus yang makin gencar belakangan
ini” balasku. “Begitu ya mas?” “Kalau aku mendapati isteriku selingkuh, aku
buat dia dengan selingkuhannya itu jera” gumam mas Yadi. Aku diam, tak
menyahut.
Esok paginya sekitar
jam 6 an aku melihat mas Yadi berseragam keki naik sepeda onthel untuk
berangkat kerja seperti biasanya. Isterinya, mbak Lasmi pun kulihat mulai naik
sepeda motor untuk berangkat menuju sekolahannya. Tidak ada sesuatu yang
janggal dari pasangan itu. Mbak Lasmi mencium punggung tangan mas Yadi sebelum
mereka berangkat kerja seperti hari-hari biasanya.
Sekitar jam 9 an
kulihat sepeda motor mbak Yani memasuki pekarangannya. Dan tak berapa lama
seorang laki-laki muda datang dan langsung masuk ke rumah itu. Aku
mengacuhkannya, dan melanjutkan aktifitasku memancing di sungai dekat rumahku.
Aku terlonjak kaget saat kudengar jeritan minta tolong dari arah rumah mas
Yadi. Kulihat api berkobar dan asap hitam membubung tinggi. Saat aku berniat
lari ke sana, mas Yadi berlari kencang ke arahku sambil menjinjing jerigen
lumayan besar dan tercium bau bensin. Wajahnya merah padam dan nafasnya
terengah-engah. ”Mas Gik, aku kunci dalam kamar 2 bayi besar itu, biar mereka
merasakan nikmatnya akibat menusukku dari belakang”, ujarnya sambil melemparkan
jerigen ke sungai yang langsung hanyut terbawa arus. Aku mematung, melihat ke
arah rumah mas Yadi yang sudah tak berbentuk lagi. Tak terdengar lagi jeritan
minta tolong….
Gunungkidul, 14 Februari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar