Kamis, 17 Februari 2022

 

SAKIT HATINYA LELAKI

Oleh: Surti Alfiah

“Aku tidak mempercayai omongan para tetangga tentang isteriku mas Gik. Mereka hanya pada iri pada isteriku, sudah cantik PNS pula”, kata mas Yadi padaku saat kami sedang piket di pos ronda. “Ada asap tentu ada apinya to mas?” jawabku. “Mana mungkin isteriku selingkuh, dia seorang PNS, mesti sudah tahu resikonya kalau sampai ketahuan!” ujar mas Yadi dengan nada bicara yang mulai naik. “Tidak ada salahnya mas Yadi mencari kebenaran desas desus yang makin gencar belakangan ini” balasku. “Begitu ya mas?” “Kalau aku mendapati isteriku selingkuh, aku buat dia dengan selingkuhannya itu jera” gumam mas Yadi. Aku diam, tak menyahut.

Esok paginya sekitar jam 6 an aku melihat mas Yadi berseragam keki naik sepeda onthel untuk berangkat kerja seperti biasanya. Isterinya, mbak Lasmi pun kulihat mulai naik sepeda motor untuk berangkat menuju sekolahannya. Tidak ada sesuatu yang janggal dari pasangan itu. Mbak Lasmi mencium punggung tangan mas Yadi sebelum mereka berangkat kerja seperti hari-hari biasanya.

Sekitar jam 9 an kulihat sepeda motor mbak Yani memasuki pekarangannya. Dan tak berapa lama seorang laki-laki muda datang dan langsung masuk ke rumah itu. Aku mengacuhkannya, dan melanjutkan aktifitasku memancing di sungai dekat rumahku. Aku terlonjak kaget saat kudengar jeritan minta tolong dari arah rumah mas Yadi. Kulihat api berkobar dan asap hitam membubung tinggi. Saat aku berniat lari ke sana, mas Yadi berlari kencang ke arahku sambil menjinjing jerigen lumayan besar dan tercium bau bensin. Wajahnya merah padam dan nafasnya terengah-engah. ”Mas Gik, aku kunci dalam kamar 2 bayi besar itu, biar mereka merasakan nikmatnya akibat menusukku dari belakang”, ujarnya sambil melemparkan jerigen ke sungai yang langsung hanyut terbawa arus. Aku mematung, melihat ke arah rumah mas Yadi yang sudah tak berbentuk lagi. Tak terdengar lagi jeritan minta tolong….

 

Gunungkidul, 14 Februari 2022

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar