Selasa, 14 Desember 2021
SAHABAT SEJATI
Oleh Surti Alfiah
Aku
akan selalu ada untukmu
Bukan
sebagai musuh, juga bukan perusuh
Aku
akan selalu ada untukmu,
Bukan
sebagai TTM juga bukan kekasih hati
Bila
kau mau……
Saat
bahagiamu
Saat
ceriamu
Saat
di puncak popularitasmu
Berbagi
denganku
Aku
akan selalu ada untukmu
Saat
resahmu
Saat
kesepianmu
Saat
kesendirianmu
Saat
puncak penderitaanmu
Saat
orang lain tak percaya
Saat
kau ditinggalkan
Saat
putus asamu
Aku
akan selalu ada untukmu
Hadir
Sebagai…
Sahabat
sejati.
Namun…..
Bila………
Itu
pun kau rasa tak pantas……
Ku
kan undur diri dari kehidupanmu……
PANTUN TEMA SUMPAH PEMUDA
(1)
Daun Para jatuh ke sungai,
Terbawa hanyut ke arah muara,
Kaum muda janganlah santai,
Kerja sengkut bangun negara.
PANTUN TEMA HARI GURU
(1)
Pergi ke Huma
untuk berladang,
Bibit disebar memakai garu,
Mari bersama kita berdendang,
Sambut November harinya guru.
(2)
Pergi berburu membawa belati,
Menuju hutan mencari mangsa,
Jadi Guru panggilan hati,
Berantas kebodohan majukan bangsa
(3)
Burung Pelatuk di dahan Mahoni,
Terkena panah Sang
Pemburu,
Hati diketuk kuatkan nurani,
Amalkan amanah dari Sang Guru.
(4)
Letakkan Parang di atas jerami,
Tersandung akar saat berjalan,
Meski sekarang masih pandemi,
Urusan Belajar tetap diutamakan.
JAWA
ILANG KUMANDHANGE
(Dening
Surti
Alfiah lan Ki Sugeng Subagyo )
Sunaring surya
ngungak lumahing bumi ing wanci enjing,
Datan keprungu
malih jago kluruk lan pangocehe kukila saut sinautan,
Datan keprungu
malih swara lesung katerak alu dening kenya padhusunan,
Datang keprungu
malih panggeriting tali timba,
Kabeh wus
ginanti dening alarm android,
Adang ilang
ginanti dening magic com,
Tali timba
nganggur ginanti pompa banyu,
Ngendel toya
damel wedang kantun mencet kenop teko listrik,
Nalika sang
bagaskara ndedel manginggil,
Wancine bedhug
ndhrandhang ngumandhang,
Panasing surya
karasa ing hangga tanpa kinira,
Nyaru swarane
kebo lan sapi uwal saka pasangan,
Iku kahanan duk
semana,
Saiki wus ilang,
Gathiking pacul
lan gathul tumanjem bantala,
Uga melu sirna,
Among kisma den
prayoga,
Tanpa gobyos
kringet dudu mangsane,
Garu luku
ginanti dening traktor,
Ing kana,
Pasar punjering
dol tinuku,
Sirna ilang
kumandhange,
Bakul tanpa
tawa-tawa,
Sing tuku ora
bisa nganyang,
Bakul lan sing
tuku tanpa srawung,
Regane dagangan
kabeh tinulis,
Gelem ya tukua,
yen ora gelem ora dadi ngapa,
Pandulu tumuju
ing redi gung,
Grobak,
Andhong,
Cikar,
Becak,
Sepedha,
Kabeh ginusur
dening mobil lan montor,
Wong mbecak
kalah karo tukang ojek,
Wong ngojek
kalah karo ojol,
Wancine surup
surya,
Srengenge
angslup kemulan bantala,
Swara ngaji
diganti siaran televisi,
Pagelike
gendhing,
Wacan koran,
Sinau calistung,
Rembug somah,
Kabeh mung kari
tilas,
Sak omah kabeh
ora ana sing uwal,
Nguwali karsa,
Keli iline
teknologi tilpon pinter,
Nalika wengi
tansaya dalu,
Mesthine ana
kidung rumeksa ing wengi,
Mesthine
sasadara manjer kawuryan,
Mesthine aburing
konang mbabar sunar kaendahan,
Mesthine kartika
melok ing angkasa,
Kabeh wis
kalindhih,
Kasoran dening
sunaring lampu listrik mblerengi,
Kidung wengi,
Jethungan,
Gobak sodor,
Sundhah mandha,
Lepetan,
Dadi barang aneh
tanpa ditepungi bocah,
Anane mung
sajuga,
bocah dolanan
game internet ing senthonge dhewe-dhewe
Kudune,
Sing tuwa
nresnani wiranom,
Wiranom bekti
marang wong tuwa,
Ananging,
Basa krama wis
ora ana,
Tulisan Jawa
hanacaraka musna,
Malah Jawa dadi
ora beda.
LUNTUR
(Deneng
Bune Lintang)
Perihing atiku rikala maca status wa wanodya iku
Gambar kang kapancang nduduhake sepira kawigatenmu marang deweke
Kawigaten sing wus tahu tak rasaake
Ananing sithik mbaka sithik wiwit ilang kairing tekane Kenyo
iku
Tak tahan tumetesing waspa sik wus ana pojokaning netra
Sajak ora pantes yen sliramu tak labuh labeti kanthi pangurbanan ati
Pakartimu kang katon ngresepake pandulu,
Kanyoto amung sarana kanggo mikat atine para wanodyo ayu
Pupus-pupus katresnan kang wiwit ngrembaka ana sajroning
Qolbu
Kapunthes deneng laku sedengmu
LUNTUR
Oleh Surti Alfiah
Tersayat perih hati ini saat melihat status wa wanita
itu….
Gambar yang terpampang menunjukkan betapa besar
perhatianmu padanya…
Perhatian yang pernah kurasakan, kau curahkan untukku….
Tetapi sedikit demi sedikit memudar seiring
datangnya dia..
Airmata yang mengembun di pojok netra kutahan agar
tak luruh..
Tak pantas kubela kau dengan pengorbanan sepenuh
hati
Solah tingkahmu yang membuat siapa saja terpesona
Ternyata hanya sekedar pemanis tuk memikat hati
wanita
Benih-benih cinta yang mulai bersemi di hati
Tercerabut akarnya….
Perlahan merunduk layu....
PESAN TERAKHIR
Ting..... ting....... ting...... ting..... ada tanda pesan wa
masuk secara beruntun, agak enggan Kinanti meraih HP dari atas meja kerjanya,
dan membukanya, ada kernyit di dahinya saat membaca inisial pengirim pesan
"Megah". Terburu dia membuka pesan2 masuk itu.
M: "Saat kematian di pelupuk mata, hanya kamu yang
kuingat"
M: "Dari ratusan, bahkan ribuan wanita yang kukenal,
kamulah yang paling tulus"
M: "Dari saat pertama pertemuan kita, aku sudah terpikat
padamu"
M: "Sepertinya, remnya blong....."
tertegun dan juga gemetar Kinanti membaca pesan-pesan itu,
dengan tangan masih gemetar dia nencoba menulis tuk memberikan balasan.
"hai, ada apa ini?" dia tekan tombol anak panah
untuk pengiriman. Setelah ditunggu beberapa menit berlalu tak ada jawaban, dia
menulis lagi...
"Please..... jangan bikin aku khawatir"
Ditunggu beberapa saat pun tak juga ada balasan. Dengan hati
ragu dan berdebar Kinanti mencoba menelphon nomor itu...
"Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan
dirimu......" terdengar ringtone lagu dari HP di seberang sana yang
menandakan HP nya aktif, tapi tak diangkat. Kinanti mencoba dan mencoba lagi,
hingga akhirnya ada tanda ada yang menerima panggilannya....
"Halo..... "
suara lelaki yang tak dikenalnya. Kinanti makin panik, dan langsung
memberondong pertanyaan.. .
"Anda siapa? Di mana pemilik HP itu? Ada apa?"
"Saya termasuk
orang yang mau menolong korban kecelakaan ini mbak, kebetulan HP yang ada di
pangkuannya berdering ya saya angkat tapi....." belum selesai orang itu
bicara tiba-tiba terputus. Kinanti mencoba menghubunginya lagi tapi sudah tidak
ada nada aktif dari HP itu. Kinanti panik, peluh membanjiri lehernya, panas
siang itu terasa semakin gerah dan menyesakkan dengan apa yang baru saja dia
dengar. Kinanti berjalan mengambil air minum dari dispenser di sudut ruangan itu dan kembali duduk ke
kursi, perlahan dia ambil nafas panjang dan kemudian meminum habis segelas air
putih yang digenggamnya. Sekali lagi dia mengambil nafas panjang.... semua itu
dilakukan untuk menenangkan pikirannya. Setelah berpikir sejenak dia kembali
menyambar HP yang tadi dimejanya. Kinanti
mulai mencari nomor, ya, dia memutuskan menghubungi Wahyu, sahabat
sekantor Megatruh, begitu ketemu nomor
Wahyu langsung dia tekan calling....
terdengar ringtone lagu dangdut dari seberang, gak diangkat
sampai ringtone habis. Kinanti mencoba calling lagi, kali ini gak nunggu lama
langsung ada jawaban..
"Hai Kinant.... apa kabar, tumben nelphone...."
belum selesai wahyu bicara Kinanti langsung memotongnya....
"Megatruh kemana dan dengan siapa,?"
"Woi ada yang kangen ni.... cemburu lagi...."
"Jangan bercanda, aku serius.... tadi Megah kirim wa
yang membuatku khawatir, saat kutelphon yang menerima orang lain dan mengatakan
pemilik HP korban kecelakaan, tapi habis itu dah gak bisa dihubungi. mungkin
kau tahu Megah pergi ke mana?"
"waduh, kecelakaan? tadi dia bilang mau nengok proyek ,
mau tak temeni saja tidak mau. oke begini saja manis, kamu jangan khawatir,
saya cari info dulu nanti hasilnya tak kabari, sabar ya"
"Cepet... jangan pake lama!"
"Iya-iya.... galak dan gak sabaran sih hi hi hi"
Kinanti berjalan hilir mudik di ruang kerjanya, sambil
berulang kali melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Belum ada
seperempat jam tapi dia merasa sudah berabad-abad menunggu. Sontak dia kaget
saat HP nya berdering, langsung dia sambar dan tergesa-gesa membukanya ...
"Kinant.... tabahkan hatimu....
"Ada apa, bagaimana Megah? tak sabar Kinan menyerobot
tanya
"Tabahkan hatimu..
berita dari RS, Megah baru saja meninggal karena kecelakaan"
"Innalilahi wainnailaihi roji'un..... kau.. kau tak bohong kan Wahyu?"
"Tentu tidaklah Kinan, Megah sudah.... belum selesai
ucapan dari Wahyu, Kinan telah menutup pembicaraan. Ia terduduk lemas di kursi
ruang kerjanya.... Semua kenangan tentang
Megatruh melintas lagi bak memutar gulungan rol film di bioskop, tergambar
nyata. Kinan masih ingat betul pertemuan pertamakalinya dengan Megatruh,
Tanggal 28 Desember 2016 dalam sebuah acara pameran Lukisan di Rumah Budaya,
Mary temannya yang memperkenalkan mereka. Jabat tangan biasa saja,
"Megah" ucapnya sambil menjabat tangan Kinan
"Megatruh lengkapnya" lanjutnya sambil tersenyum
"Kinan"
"Mesti panjangnya Kinanthi kan?" serobot megah
"Wow, nama kita serasi lho" imbuh lelaki itu sambil
tersenyum lebar, yang diakui Kinan memang senyumnya menawan.
Hari-hari pun berlalu dan Kinan sudah melupakan perkenalan
dengan Megah, hingga suatu siang ada pesan wa masuk dengan inisial Megah di
sudut kanan atas
" Hai.... selamat siang Kinan" Kinan pun
membalasnya
"Hai juga....." kemudian dilanjut basa basi
biasa....
Sejak saat itu Megah rajin berkirim pesan wa yang
kadang-kadang disertai foto- foto selfinya, yang diakui Kinan memang fotogenik dan menarik. Obrolan
semakin intens, santai, dan menarik. Kinan mulai menikmati hubungan yang
sebenarnya tak wajar dan seharusnya tak boleh terjadi itu. Dia mulai merasakan
ada sesuatu yang kurang apabila Megah tak menghubunginya. Apalagi Megah mulai
romantis dan mengeluarkan jurus bujuk rayunya, seperti saat kinan minta tolong
dikirimi file tentang kontrak kerja.
K:"Hai.... met pagi"
M:"Pagi juga Kinan Sayang"
K:"Boleh aku minta tolong..."
M:"Apa sih yang enggak untukmu Yank, perlu apa?"
K:"Aku perlu contoh kontrak kerja dengan perusahaan Luar
Negeri, ada?"
M:"Ada, nanti tak kirim via email ya, alamat emailnya
mana?"
K:"ini emailnya, kinancuantik@gmail.com"
M:"Iiih, emailnya nggemesin deh"
K:"Ah, bisa ajah...."
Begitulah hari-hari selanjutnya dirasakan Kinan semakin
membuaikan. Megah selalu mengabari di mana keberadaannya dan tak lupa
mengirimkan foto2 dirinya. Sekali waktu Megah meminta agar Kinan gantian
mengirim foto, dan selalu dia memberikan komentar yang membuat hati Kinan
semakin melambung.....
M:"Yank, kirim fotonya dong..."
K:"Fotoku jelek, paling untuk nakut-nakutin tikus he he
he"
M:"Ya enggaklah, untuk obat kangen tau...."
K:"Oke, saya kirim tapi janji gak diketawain ya"
M:"Deal..... I Promised"
Saat Kinan mengirimkan foto menggunakan rok merah bermotif
bunga nan lembut dipadu atasan warna kuning polos, tahu apa komentar Megah....
M:"Aaaaaahhh..... Membuat berdesir"
Lain kali saat Kinan mengirim foto menggunakan sackdress
warna orange motif etnik dipadu warna hijau yang soft, apa komentar Megah...
M:"Wooooow..... Lapis Legit"
Aaaahhhhh..... Kinan mendesah panjang. Kenangan manis bersama
Megatruh terus berkelebat dibenaknya. Masih terang dalam ingatannya saat Megah
mengirimkan foto dan mengatakan kalau dia dicalonkan menjadi direktur dengan
beberapa kandidat lainnya.
K:"Keren, bener-bener dah pantes jadi direktur
nih...."
M:"Dan.... Kaupun pantes jadi pacar direktur
sayangku"
K:"Wah.... gak boleh, gak pantes, gak elok..... pejabat
kok pacaran"
M:"Biarin...... terlanjur gandrung..... jatuh cinta pada
pandangan pertama .."
K:"Alaaaah.... rayuan gombal"
M:"Bener ... mau bukti...."
Kemesraan mereka terus berlanjut bahkan saat Megah sudah
ditasbihkan menjadi seorang direktur, komunikasi terus berlanjut meskipun
melalui wa saja , bila sekali waktu
mereka bertemu dalam sebuah acara di mana Megah sebagai narasumbernya saat
bersalaman dengan Kinan, Megah tak pernah memandangnya, mesti berpaling ke arah
lain. Kinan selalu berpikir mungkin bila Megah memandangnya dia khawatir kilau
cinta di matanya akan dilihat orang.
Sampai suatu ketika, tepatnya di bulan Januari 2018 Kinan
membaca postingan Megah di dinding facebooknya, yang meskipun tidak langsung
merujuk ke dirinya tapi Kinan merasa tulisan itu ditujukan untuknya. Kinan tak
ingat seluruh tulisan, tapi ada beberapa baris yang kemudian terukir dalam
ingatannya......
"Perlahan tapi pasti kutempatkan dia ditempat yang
sewajarnya..... menjalin hubungan yang lebih bermartabat..... mungkin suatu
ketika akan kucari lagi untuk menyalurkan syahwat purba........"
Entah mengapa hati Kinan sakit sekali saat itu.... kenapa tak
dia katakan langsung lewat pesan wa seperti biasanya .... kenapa tak
gentleman.....
Namun setelah merenung lama Kinan mulai menyadari, mungkin
memang lebih baik begitu, meskipun
hubungan mereka sebatas wa nan saja tapi tak seharusnya terjadi.
Dan benar, sejak postingan di Facebook itu Megah mulai
menjauh, mulai jarang mengirimkan pesan. Sekalinya kirim wa tak
tanggung-tanggung 7 buah foto Megah kirimkan, menunjukkan kebahagiaannya dengan
tertawa riang menggandeng wanita cantik……istrinya...... Kinan membalas dengan
komentar….
K:"Indahnya merajut filamen-filamen kemesraan bersama
orang-orang terkasih"
Megah semakin menjauh, tidak hanya di wa namun juga di
Facebook. Saat Kinan mulai on ke FB, Megah mesti buru-buru off, begitu
seterusnya. Itu yang membuat Kinan bersedih, kenapa tidak bisa menjadi
sahabat..... Bila sekali waktu Kinan mengirim pesan wa terkait pekerjaan, Megah
menjawab dengan bahasa baku sesuai EYD, dan menambahkan kata "Bu" di
akhir jawaban. Lengkap sudah, Megah memang membuat pagar yang semakin rapat dan
tinggi di antara keduanya. Untuk menunjukkan bahwa dirinya tak akan mengusik
kehidupan Megah, di saat yang dianggap pas, Kinan mengirimkan sebuah puisi.....
Aku akan selalu ada untukmu
Bukan sebagai musuh, juga bukan perusuh
Aku akan selalu ada untukmu
Bukan sebagai TTM, juga bukan kekasih hati
Bila kau mau......
Saat bahagiamu
Saat ceriamu
Saat di puncak popularitasmu
Berbagi denganku
Aku akan selalu ada untukmu
Saat resahmu
Saat kesepianmu
Saat kesendirianmu
Saat puncak penderitaanmu
Saat kau ditinggalkan
Saat putus asamu
Aku akan selalu ada untukmu
Hadir
sebagai.....
Sahabat sejati
Meskipun pada awalnya terasa kikuk dan canggung, tapi lambat
laun mencair juga komunikasi di antara mereka dalam bentuk sebuah persahabatan
tanpa rasa "greng" alias cinta...... hubungan yang lebih berharga dan
elegan.......
Apabila mereka bertemu dalam sebuah acara di mana Megah
menjadi narasumbernya dan Kinan sebagai peserta, setelah turun dari podium
Megah selalu kirim pesan wa....
M:"Bagaimana penampilan akuh tadi? objektif dan tanpa
tendensi lho...."
K:" Oke, menarik, tidak bosenin dan tak bikin
ngantuk"
Kinan memang tak berbohong, Megah memang pandai berbicara dan
selalu mampu menyampaikan materi apapun demikian menarik.
Kinan tersenyum sendiri di ruang kerjanya, dia ingat waktu pertamakali
ngajari Megah membuat status di wa, ada kejadian lucu yang tak mungkin bisa dia
lupakan. Kinan sadar mereka berdua bisa menjalin persahabatan karena diantara
mereka memang memiliki banyak persamaan, sama-sama memiliki kecerdasan di atas
rata-rata, selengekan dan suka bercanda,
hobby menyanyi, hobby selfi, narsis, percaya diri yang tinggi, pandai
berbicara dengan gaya yang menarik, banyak disukai lawan jenis, dan masih
sederet persamaan lainnya yang bisa
dicari.
Saat Kinan ulang tahun, Megah mengirimkan pesan,
meskipun bahasanya kaku dan standar
Kinan merasa senang karena persahabatan di antara mereka tetap terjalin. Saat
Megah ulang tahunpun Kinan mengirim pesan wa “Meskipun kebermaknaanku memudar
dan sirna, tak menyurutkanku melantunkan doa tulus dalam sujud panjang di
sepertiga malam hari ini, Yaa Allah, Yaa Rabb aku berdoa dan memohon pada Mu,
untuk sahabatku Megatruh yang hari ini genap berusia 35 tahun, ampunilah
dosanya, jauhkan dia dari perbuatan dosa dan tercela, bimbinglah dia kejalan yang
Engkau Ridhai, yaa Allah, jauhkan dia dari segala marabahaya, lindungi dia dari
segala macam kejahatan baik yang nampak maupun yang tersembunyi, jauhkan dia
dari segala macam fitnah. Yaa Allah, Yaa Azis, jadikan dia sebagai pemimpin
yang amanah, dicintai, dan disegani, Yaa Allah Yaa Rahman, karuniai dia dengan
umur panjang yang manfaat, rejeki melimpah yang barakah, kesehatan yang baik,
kesuksesan yang tulus, dan kebahagiaan yang hakiki. Aamiin Yaa Rabbal'alamin”.
Selain mengirim doa, Kinan juga
mengirim sebuah video yang dia buat sendiri dengan mengumpulkan semua foto
Megah yang pernah dikirim kepadanya, dengan soundtrack lagu “Pejantan Tangguh”
nya Sheila On Seven. Kinan memilih lagu itu karena ingat saat mereka berdua
masih dekat, Megah selalu menyebut dirinya “Pejantan Tangguh”.
Saat berikutnya mereka disibukkan
urusan pekerjaan masing-masing dan sudah jarang berkomunikasi. Hingga datang
pesan wa dari Megah siang itu yang menimbulkan tanda Tanya besar di hati
Kinan:”Salah kirimkah?”, “Untuk Istrinya kah?”, atau mungkin untuk wanita lain
(mengingat Megah itu flamboyant dan Cassanova), atau memang benar-benar
ditujukan untuk dirinya…..
Kalau disuruh memilih, Kinan lebih
suka tidak dicintai Megah asal dia masih bisa melihat senyum dan tawanya yang
mempesona (meskipun Megah bersama wanita lain), daripada Megah mencintainya
tapi meninggalkan Kinan untuk selamanya……
Sayangnya Kinan tak bisa memilih, dia
harus mengakui kenyataan Megatruh telah pergi untuk selamanya, meninggalkan
pesan terakhir yang menimbulkan Tanya, tapi tak dipungkiri menyusupkan bahagia
di hatinya……. Ah, Megatruh…….
Surti
Alfiah, S.Pd, MBA
SMP
Negeri 4 Semin
PESAN
TERAKHIR (Part 2)
Kinan
mematut diri di depan cermin, gamis hitam dengan bordir bunga warna biru di
bagian lengan bawah dan rok bawah Nampak serasi dipadu dengan jilbab warna biru
motif bunga juga. Kinan sudah menguatkan hati untuk ke rumah sakit melihat
kondisi Megah, ia tak sanggup untuk datang sendiri, makanya dia berpesan pada
Wahyu untuk menjemputnya. Kinan duduk di kursi teras menunggu kedatangan Wahyu,
berulangkali dia menarik nafas panjang untuk menguatkan hati dan perasaannya.
Kinan tersentak saat terdengar denting bunyi tanda ada pesan wa masuk. Bergegas
dia buka dan matanya terbelalak saat melihat pesan yang masuk dari nomor
Megah…… “Mbak Kinan tolong dia, selamatkan dia, dia sangat membutuhkanmu.
Datanglah ke rumah sakit”. Belum sempat Kinan mengirim balasan sudah disusul
pesan berikutnya “Aku mohon…. Selamatkan dia”. Disaat Kinan masih kebingungan
dengan pesan-pesan wa itu, terdengar bunyi klakson mobil thin…thin….thin….
Wahyu sudah menunggunya, bergegas setengah berlari Kinan menuju mobil Wahyu.
Selama dalam perjalanan tak ada pembicaraan di antar mereka, diam membisu.
Tak
membutuhkan waktu dari 20 menitan mobil wahyu dah sampai di parkiran RS
Sarjito, bergegas mereka menuju ruang ICU. Berdebar jantung Kinan saat hampir
sampai di ruang ICU, di depan pintu Kinan melihat wanita cantik yang sembab
penuh airmata. Wanita itu menatap kearah Kinan, jantung Kinan bergetar karena
wanita itu memandangnya dengan mata tajam dari ujung kaki sampai ujung rambut,
matanya mulai melembut bahkan mulai mengalir airmatanya. Ia semakin mendekati
Kinan dan kedua tangannya meraih tangan Kinan sambil bertanya lirih, “Mbak
Kinan ya?” Kinan hanya menganggukkan kepala, semakin deraslah airmata mengalir
di mata wanita cantik itu.