Selasa, 14 Desember 2021

 

PESAN TERAKHIR

Oleh: Surti Alfiah 

Ting..... ting....... ting...... ting..... ada tanda pesan wa masuk secara beruntun, agak enggan Kinanti meraih HP dari atas meja kerjanya, dan membukanya, ada kernyit di dahinya saat membaca inisial pengirim pesan "Megah". Terburu dia membuka pesan2 masuk itu.

M: "Saat kematian di pelupuk mata, hanya kamu yang kuingat"

M: "Dari ratusan, bahkan ribuan wanita yang kukenal, kamulah yang paling tulus"

M: "Dari saat pertama pertemuan kita, aku sudah terpikat padamu"

M: "Sepertinya, remnya blong....."

tertegun dan juga gemetar Kinanti membaca pesan-pesan itu, dengan tangan masih gemetar dia nencoba menulis tuk memberikan balasan.

"hai, ada apa ini?" dia tekan tombol anak panah untuk pengiriman. Setelah ditunggu beberapa menit berlalu tak ada jawaban, dia menulis lagi...

"Please..... jangan bikin aku khawatir"

Ditunggu beberapa saat pun tak juga ada balasan. Dengan hati ragu dan berdebar Kinanti mencoba menelphon nomor itu...

"Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu......" terdengar ringtone lagu dari HP di seberang sana yang menandakan HP nya aktif, tapi tak diangkat. Kinanti mencoba dan mencoba lagi, hingga akhirnya ada tanda ada yang menerima panggilannya....

"Halo..... "  suara lelaki yang tak dikenalnya. Kinanti makin panik, dan langsung memberondong pertanyaan.. .

"Anda siapa? Di mana pemilik HP itu? Ada apa?"

"Saya  termasuk orang yang mau menolong korban kecelakaan ini mbak, kebetulan HP yang ada di pangkuannya berdering ya saya angkat tapi....." belum selesai orang itu bicara tiba-tiba terputus. Kinanti mencoba menghubunginya lagi tapi sudah tidak ada nada aktif dari HP itu. Kinanti panik, peluh membanjiri lehernya, panas siang itu terasa semakin gerah dan menyesakkan dengan apa yang baru saja dia dengar. Kinanti berjalan mengambil air minum dari dispenser  di sudut ruangan itu dan kembali duduk ke kursi, perlahan dia ambil nafas panjang dan kemudian meminum habis segelas air putih yang digenggamnya. Sekali lagi dia mengambil nafas panjang.... semua itu dilakukan untuk menenangkan pikirannya. Setelah berpikir sejenak dia kembali menyambar HP yang tadi  dimejanya. Kinanti mulai mencari nomor, ya, dia memutuskan menghubungi Wahyu, sahabat sekantor  Megatruh, begitu ketemu nomor Wahyu langsung dia tekan calling....

terdengar ringtone lagu dangdut dari seberang, gak diangkat sampai ringtone habis. Kinanti mencoba calling lagi, kali ini gak nunggu lama langsung ada jawaban.. 

"Hai Kinant.... apa kabar, tumben nelphone...." belum selesai wahyu bicara Kinanti langsung memotongnya....

"Megatruh kemana dan dengan siapa,?"

"Woi ada yang kangen ni.... cemburu lagi...."

"Jangan bercanda, aku serius.... tadi Megah kirim wa yang membuatku khawatir, saat kutelphon yang menerima orang lain dan mengatakan pemilik HP korban kecelakaan, tapi habis itu dah gak bisa dihubungi. mungkin kau tahu Megah pergi ke mana?"

"waduh, kecelakaan? tadi dia bilang mau nengok proyek , mau tak temeni saja tidak mau. oke begini saja manis, kamu jangan khawatir, saya cari info dulu nanti hasilnya tak kabari, sabar ya"

"Cepet... jangan pake lama!"

"Iya-iya.... galak dan gak sabaran sih hi hi hi"

Kinanti berjalan hilir mudik di ruang kerjanya, sambil berulang kali melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Belum ada seperempat jam tapi dia merasa sudah berabad-abad menunggu. Sontak dia kaget saat HP nya berdering, langsung dia sambar dan tergesa-gesa membukanya ...

"Kinant.... tabahkan hatimu....

"Ada apa, bagaimana Megah? tak sabar Kinan menyerobot tanya

"Tabahkan hatimu..  berita dari RS, Megah baru saja meninggal karena kecelakaan"

"Innalilahi wainnailaihi roji'un..... kau..  kau tak bohong kan Wahyu?"

"Tentu tidaklah Kinan, Megah sudah.... belum selesai ucapan dari Wahyu, Kinan telah menutup pembicaraan. Ia terduduk lemas di kursi ruang kerjanya....  Semua kenangan tentang Megatruh melintas lagi bak memutar gulungan rol film di bioskop, tergambar nyata. Kinan masih ingat betul pertemuan pertamakalinya dengan Megatruh, Tanggal 28 Desember 2016 dalam sebuah acara pameran Lukisan di Rumah Budaya, Mary temannya yang memperkenalkan mereka. Jabat tangan biasa saja,

"Megah" ucapnya sambil menjabat tangan Kinan

"Megatruh lengkapnya" lanjutnya sambil tersenyum

"Kinan"

"Mesti panjangnya Kinanthi kan?" serobot megah

"Wow, nama kita serasi lho" imbuh lelaki itu sambil tersenyum lebar, yang diakui Kinan memang senyumnya menawan.

Hari-hari pun berlalu dan Kinan sudah melupakan perkenalan dengan Megah, hingga suatu siang ada pesan wa masuk dengan inisial Megah di sudut kanan atas

" Hai.... selamat siang Kinan" Kinan pun membalasnya

"Hai juga....." kemudian dilanjut basa basi biasa....

Sejak saat itu Megah rajin berkirim pesan wa yang kadang-kadang disertai foto- foto selfinya, yang diakui  Kinan memang fotogenik dan menarik. Obrolan semakin intens, santai, dan menarik. Kinan mulai menikmati hubungan yang sebenarnya tak wajar dan seharusnya tak boleh terjadi itu. Dia mulai merasakan ada sesuatu yang kurang apabila Megah tak menghubunginya. Apalagi Megah mulai romantis dan mengeluarkan jurus bujuk rayunya, seperti saat kinan minta tolong dikirimi file tentang kontrak kerja.

K:"Hai.... met pagi"

M:"Pagi juga Kinan Sayang"

K:"Boleh aku minta tolong..."

M:"Apa sih yang enggak untukmu Yank, perlu apa?"

K:"Aku perlu contoh kontrak kerja dengan perusahaan Luar Negeri, ada?"

M:"Ada, nanti tak kirim via email ya, alamat emailnya mana?"

K:"ini emailnya, kinancuantik@gmail.com"

M:"Iiih, emailnya nggemesin deh"

K:"Ah, bisa ajah...."

Begitulah hari-hari selanjutnya dirasakan Kinan semakin membuaikan. Megah selalu mengabari di mana keberadaannya dan tak lupa mengirimkan foto2 dirinya. Sekali waktu Megah meminta agar Kinan gantian mengirim foto, dan selalu dia memberikan komentar yang membuat hati Kinan semakin melambung.....

M:"Yank, kirim fotonya dong..."

K:"Fotoku jelek, paling untuk nakut-nakutin tikus he he he"

M:"Ya enggaklah, untuk obat kangen tau...."

K:"Oke, saya kirim tapi janji gak diketawain ya"

M:"Deal..... I Promised"

Saat Kinan mengirimkan foto menggunakan rok merah bermotif bunga nan lembut dipadu atasan warna kuning polos, tahu apa komentar Megah....

M:"Aaaaaahhh..... Membuat berdesir"

Lain kali saat Kinan mengirim foto menggunakan sackdress warna orange motif etnik dipadu warna hijau yang soft, apa komentar Megah...

M:"Wooooow..... Lapis Legit"

Aaaahhhhh..... Kinan mendesah panjang. Kenangan manis bersama Megatruh terus berkelebat dibenaknya. Masih terang dalam ingatannya saat Megah mengirimkan foto dan mengatakan kalau dia dicalonkan menjadi direktur dengan beberapa kandidat lainnya.

K:"Keren, bener-bener dah pantes jadi direktur nih...."

M:"Dan.... Kaupun pantes jadi pacar direktur sayangku"

K:"Wah.... gak boleh, gak pantes, gak elok..... pejabat kok pacaran"

M:"Biarin...... terlanjur gandrung..... jatuh cinta pada pandangan pertama .."

K:"Alaaaah.... rayuan gombal"

M:"Bener ... mau bukti...."

Kemesraan mereka terus berlanjut bahkan saat Megah sudah ditasbihkan menjadi seorang direktur, komunikasi terus berlanjut meskipun melalui wa saja ,  bila sekali waktu mereka bertemu dalam sebuah acara di mana Megah sebagai narasumbernya saat bersalaman dengan Kinan, Megah tak pernah memandangnya, mesti berpaling ke arah lain. Kinan selalu berpikir mungkin bila Megah memandangnya dia khawatir kilau cinta di matanya akan dilihat orang.

Sampai suatu ketika, tepatnya di bulan Januari 2018 Kinan membaca postingan Megah di dinding facebooknya, yang meskipun tidak langsung merujuk ke dirinya tapi Kinan merasa tulisan itu ditujukan untuknya. Kinan tak ingat seluruh tulisan, tapi ada beberapa baris yang kemudian terukir dalam ingatannya......

"Perlahan tapi pasti kutempatkan dia ditempat yang sewajarnya..... menjalin hubungan yang lebih bermartabat..... mungkin suatu ketika akan kucari lagi untuk menyalurkan syahwat purba........"

Entah mengapa hati Kinan sakit sekali saat itu.... kenapa tak dia katakan langsung lewat pesan wa seperti biasanya .... kenapa tak gentleman.....

Namun setelah merenung lama Kinan mulai menyadari, mungkin memang lebih baik begitu,  meskipun hubungan mereka sebatas wa nan saja tapi tak seharusnya terjadi.

Dan benar, sejak postingan di Facebook itu Megah mulai menjauh, mulai jarang mengirimkan pesan. Sekalinya kirim wa tak tanggung-tanggung 7 buah foto Megah kirimkan, menunjukkan kebahagiaannya dengan tertawa riang menggandeng wanita cantik……istrinya...... Kinan membalas dengan komentar….

K:"Indahnya merajut filamen-filamen kemesraan bersama orang-orang terkasih"

Megah semakin menjauh, tidak hanya di wa namun juga di Facebook. Saat Kinan mulai on ke FB, Megah mesti buru-buru off, begitu seterusnya. Itu yang membuat Kinan bersedih, kenapa tidak bisa menjadi sahabat..... Bila sekali waktu Kinan mengirim pesan wa terkait pekerjaan, Megah menjawab dengan bahasa baku sesuai EYD, dan menambahkan kata "Bu" di akhir jawaban. Lengkap sudah, Megah memang membuat pagar yang semakin rapat dan tinggi di antara keduanya. Untuk menunjukkan bahwa dirinya tak akan mengusik kehidupan Megah, di saat yang dianggap pas, Kinan mengirimkan sebuah puisi.....

Aku akan selalu ada untukmu

Bukan sebagai musuh, juga bukan perusuh

Aku akan selalu ada untukmu

Bukan sebagai TTM, juga bukan kekasih hati

Bila kau mau......

Saat bahagiamu

Saat ceriamu

Saat di puncak popularitasmu

Berbagi denganku

Aku akan selalu ada untukmu

Saat resahmu

Saat kesepianmu

Saat kesendirianmu

Saat puncak penderitaanmu

Saat kau ditinggalkan

Saat putus asamu

Aku akan selalu ada untukmu 

Hadir

sebagai.....

Sahabat sejati

 

 

Meskipun pada awalnya terasa kikuk dan canggung, tapi lambat laun mencair juga komunikasi di antara mereka dalam bentuk sebuah persahabatan tanpa rasa "greng" alias cinta...... hubungan yang lebih berharga dan elegan.......

Apabila mereka bertemu dalam sebuah acara di mana Megah menjadi narasumbernya dan Kinan sebagai peserta, setelah turun dari podium Megah selalu kirim pesan wa....

M:"Bagaimana penampilan akuh tadi? objektif dan tanpa tendensi lho...."

K:" Oke, menarik, tidak bosenin dan tak bikin ngantuk"

Kinan memang tak berbohong, Megah memang pandai berbicara dan selalu mampu menyampaikan materi apapun demikian menarik.

Kinan tersenyum sendiri di ruang kerjanya, dia ingat waktu pertamakali ngajari Megah membuat status di wa, ada kejadian lucu yang tak mungkin bisa dia lupakan. Kinan sadar mereka berdua bisa menjalin persahabatan karena diantara mereka memang memiliki banyak persamaan, sama-sama memiliki kecerdasan di atas rata-rata, selengekan dan suka bercanda,  hobby menyanyi, hobby selfi, narsis, percaya diri yang tinggi, pandai berbicara dengan gaya yang menarik, banyak disukai lawan jenis, dan masih sederet persamaan lainnya  yang bisa dicari.

Saat Kinan ulang tahun, Megah mengirimkan pesan, meskipun  bahasanya kaku dan standar Kinan merasa senang karena persahabatan di antara mereka tetap terjalin. Saat Megah ulang tahunpun Kinan mengirim pesan wa “Meskipun kebermaknaanku memudar dan sirna, tak menyurutkanku melantunkan doa tulus dalam sujud panjang di sepertiga malam hari ini, Yaa Allah, Yaa Rabb aku berdoa dan memohon pada Mu, untuk sahabatku Megatruh yang hari ini genap berusia 35 tahun, ampunilah dosanya, jauhkan dia dari perbuatan dosa dan tercela, bimbinglah dia kejalan yang Engkau Ridhai, yaa Allah, jauhkan dia dari segala marabahaya, lindungi dia dari segala macam kejahatan baik yang nampak maupun yang tersembunyi, jauhkan dia dari segala macam fitnah. Yaa Allah, Yaa Azis, jadikan dia sebagai pemimpin yang amanah, dicintai, dan disegani, Yaa Allah Yaa Rahman, karuniai dia dengan umur panjang yang manfaat, rejeki melimpah yang barakah, kesehatan yang baik, kesuksesan yang tulus, dan kebahagiaan yang hakiki. Aamiin Yaa Rabbal'alamin”.

Selain mengirim doa, Kinan juga mengirim sebuah video yang dia buat sendiri dengan mengumpulkan semua foto Megah yang pernah dikirim kepadanya, dengan soundtrack lagu “Pejantan Tangguh” nya Sheila On Seven. Kinan memilih lagu itu karena ingat saat mereka berdua masih dekat, Megah selalu menyebut dirinya “Pejantan Tangguh”.

Saat berikutnya mereka disibukkan urusan pekerjaan masing-masing dan sudah jarang berkomunikasi. Hingga datang pesan wa dari Megah siang itu yang menimbulkan tanda Tanya besar di hati Kinan:”Salah kirimkah?”, “Untuk Istrinya kah?”, atau mungkin untuk wanita lain (mengingat Megah itu flamboyant dan Cassanova), atau memang benar-benar ditujukan untuk dirinya…..

Kalau disuruh memilih, Kinan lebih suka tidak dicintai Megah asal dia masih bisa melihat senyum dan tawanya yang mempesona (meskipun Megah bersama wanita lain), daripada Megah mencintainya tapi meninggalkan Kinan untuk selamanya……

Sayangnya Kinan tak bisa memilih, dia harus mengakui kenyataan Megatruh telah pergi untuk selamanya, meninggalkan pesan terakhir yang menimbulkan Tanya, tapi tak dipungkiri menyusupkan bahagia di hatinya……. Ah, Megatruh…….

 

 

                                                                                                                             Surti Alfiah, S.Pd, MBA

                                                                                                                             SMP Negeri 4 Semin

           

 

 PESAN  TERAKHIR (Part 2)

 

            Kinan mematut diri di depan cermin, gamis hitam dengan bordir bunga warna biru di bagian lengan bawah dan rok bawah Nampak serasi dipadu dengan jilbab warna biru motif bunga juga. Kinan sudah menguatkan hati untuk ke rumah sakit melihat kondisi Megah, ia tak sanggup untuk datang sendiri, makanya dia berpesan pada Wahyu untuk menjemputnya. Kinan duduk di kursi teras menunggu kedatangan Wahyu, berulangkali dia menarik nafas panjang untuk menguatkan hati dan perasaannya. Kinan tersentak saat terdengar denting bunyi tanda ada pesan wa masuk. Bergegas dia buka dan matanya terbelalak saat melihat pesan yang masuk dari nomor Megah…… “Mbak Kinan tolong dia, selamatkan dia, dia sangat membutuhkanmu. Datanglah ke rumah sakit”. Belum sempat Kinan mengirim balasan sudah disusul pesan berikutnya “Aku mohon…. Selamatkan dia”. Disaat Kinan masih kebingungan dengan pesan-pesan wa itu, terdengar bunyi klakson mobil thin…thin….thin…. Wahyu sudah menunggunya, bergegas setengah berlari Kinan menuju mobil Wahyu. Selama dalam perjalanan tak ada pembicaraan di antar mereka, diam membisu.

            Tak membutuhkan waktu dari 20 menitan mobil wahyu dah sampai di parkiran RS Sarjito, bergegas mereka menuju ruang ICU. Berdebar jantung Kinan saat hampir sampai di ruang ICU, di depan pintu Kinan melihat wanita cantik yang sembab penuh airmata. Wanita itu menatap kearah Kinan, jantung Kinan bergetar karena wanita itu memandangnya dengan mata tajam dari ujung kaki sampai ujung rambut, matanya mulai melembut bahkan mulai mengalir airmatanya. Ia semakin mendekati Kinan dan kedua tangannya meraih tangan Kinan sambil bertanya lirih, “Mbak Kinan ya?” Kinan hanya menganggukkan kepala, semakin deraslah airmata mengalir di mata wanita cantik itu.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar